Showing posts with label Gambar. Show all posts
Showing posts with label Gambar. Show all posts

Saturday, 12 January 2019

Cara Import Gambar Dari Kamera Digital Di Linux Ubuntu, Debian, Mint

Cara Import Gambar Dari Kamera Digital Di Linux Ubuntu, Debian, Mint  - Memindahkan gambar dan photo dari kamera digital ke dalam komputer dapat Anda lakukan dengan beberapa cara. Bisa langsung copy paste gambar setelah menghubungkan kamera digital ke dalam sistem komputer atau bisa juga menggunakan software khusus import gambar dari kamera digital.

Secara keseluruhan proses import gambar dari kamera digital ke dalam sistem komputer Linux Ubuntu, Debian atau Mint relatif mudah. Anda dapat menggunakan aplikasi import gambar yang sudah tersedia secara default dari masing-masing distro Linux.

Cara Import Gambar Dari Kamera Digital Di Linux Ubuntu, Debian, Mint
Sumber Gambar : Pixabay, Edit by : Admin



1. Siapkan Kamera Digital


Pastikan kamera digital yang akan Anda pakai sudah dalam kondisi siap, baterai kamera masih menyimpan power dan media transfer juga tersedia. Anda dapat menggunakan media transfer nirkabel atau bisa juga menggunakan kabel USB yang nantinya dapat Anda gunakan untuk menghubungkan kamera digital dengan komputer/laptop.

Pada postingan kali ini saya hanya akan menguraikan mengenai penggunaan media transfer melalui koneksi kabel USB saja.

2. Siapkan Komputer atau Laptop


Sebelum mulai melakukan import gambar dari kamera digital, siapkan software import gambar atau pastikan software import gambar sudah terinstall dengan baik. Linux Ubuntu, Debian dan Mint sudah memiliki aplikasi import gambar dari external device yaitu Shotwell (Gnome Desktop) dan PIX (Linux Mint). Namun, barangkali Anda pernah menghapus aplikasi ini dan lupa tidak menginstallnya lagi. Maka dari itu, pastikan terlebih dahulu aplikasi tersebut terinstall di sistem komputer.

3. Hubungkan Kamera Digital Dengan Laptop


Nyalakan tombol On kamera digital lalu hubungkan Kamera Digital dengan Komputer/Laptop melalui kabel USB. Secara otomatis sistem Linux Ubuntu, Debian atau Mint akan mendeteksi adanya external device tersebut dan akan dijalankan sesuai dengan pengaturan sistem. Anda dapat merubah pengaturan external device tersebut melalui jendela settings Removable Media Linux Ubuntu, Debian atau Mint.


Cara Import Gambar Dari Kamera Digital Di Linux Ubuntu, Debian, Mint, Settings Removable Media
Settings Removable Media

  • Ubuntu : Settings > Devices > Removable Media
  • Debian : Settings > Details > Removable Media
  • Linux Mint : Settings > Preffered Application > Removable Media

Silahkan Anda atur sesuai dengan yang Anda inginkan dengan memilih pada opsi tersedia.

4. Mulai Import Gambar Dari Kamera Digital


Setelah semuanya sudah siap, Anda dapat mulai melakukan import gambar dari Kamera Digital yang sudah terhubung ke dalam sistem komputer. Silahkan Anda buka pada tautan USB PTP pada file manager Ubuntu, Debian atau Mint. Disana akan terlihat folder DCIM yang merupakan folder tempat menyimpan file-file gambar atau photo yang terdapat di penyimpanan kamera Digital. Pastikan tautan USB PTP dalam kondisi ter mount (terhubung).


Cara Import Gambar Dari Kamera Digital Di Linux Ubuntu, Debian, Mint
Nautilus

Sekarang Anda lihat pada pojok kanan atas file manager, disana terdapat plugin tombol Shotwell (Gnome Desktop) atau PIX (Linux Mint). Klik pada tombol Shotwell atau Pix untuk melakukan import gambar menggunakan aplikasi pengatur photo pada distribusi Linux Ubuntu, Debian dan Mint.

Shotwell atau PIX



Cara Import Gambar Dari Kamera Digital Di Linux Ubuntu, Debian, Mint
Shotwell

  • Pada aplikasi Shotwell atau Pix klik pada Menu Cameras > USB PTP untuk melihat isi dari Kamera Digital yang sudah Anda hubungkan. 
  • Selanjutnya lihat pada Menu Preferences Shotwell atau Pix (Linux Mint), atur tempat atau Lokasi menyimpan file photo hasil import sesuai dengan keinginan Anda. Secara default, Pictures merupakan folder tempat menyimpan file photos dan gambar hasil import. Anda dapat merubahnya pada lokasi lainnya yang biasa Anda gunakan untuk menyimpan file-file gambar dan photo.
  • Setelah itu Import Gambar dan Photo dari Kamera Digital dengan klik pada tombol Import All untuk mengimport semua file gambar atau Anda juga dapat memilih beberapa gambar saja secara lebih spesifik lalu klik pada tombol Import Selected.

5. Lihat Gambar dan Photo Hasil Import


Setelah proses import selesai, Anda dapat melihat gambar dan photo hasil import melalui file manager atau pada Shotwell dan Pix klik pada Menu Library > Last Import.

Gambar hasil import akan dikemas dalam folder sesuai dengan waktu ketika Anda mengambil gambar dan photo (di kemas dalam folder tahun dan bulan). Sampai disini Anda sudah berhasil melakukan import gambar dan photo dari Kamera Digital ke dalam sistem Linux Ubuntu, Debian dan Mint. Bagi pengguna distro Linux lainnya dapat menyesuaikan.

Selain menggunakan cara di atas untuk melakukan import gambar dan photo, Anda juga dapat melakukannya dengan cara klasik yaitu Copy Paste. Cara ini mudah dan banyak yang menyukainya karena kita tinggal pilih file atau folder gambar dan photo pada media penyimpanan di Kamera Digital lalu Salin gambar tersebut dengan klik pada tombol Copy pada File Manager lalu tempelkan pada direktori lain sebagai tempat menyimpan file hasil import dengan klik pada tombol Paste pada File Manager.

  • Hubungkan Kamera Digital dengan sistem operasi Linux Ubuntu, Debian, Mint
  • Jalankan File Manager Nautilus (Gnome) atau Nemo (Cinnamon), lalu klik pada tautan USB PTP.
  • Buka folder tempat menyimpan file gambar dan photo lalu pilih yang akan anda salin ke dalam media penyimpanan komputer.
  • Copy Paste file gambar yang anda pilih ke dalam direktori penyimpanan komputer.

Pix merupakan aplikasi pengelola atau pengatur gambar dan photo default sistem Linux Mint yang berbasis pada Shotwell (Gnome). Maka dari itu, beberapa fungsi dan struktur dari Pix hampir mirip dengan Shotwell.

Demikian Cara Import Gambar Dari Kamera Digital Di Linux Ubuntu, Debian dan Mint. Semoga bermanfaat.

Monday, 20 August 2018

Mengenal Wallpaper Dinamis Di Linux

Mengenal Wallpaper Dinamis Di Linux - Salah satu fitur unik yang bisa kita temukan di sistem Linux yaitu adanya Dynamic Desktop, bila kita menggunakan fitur ini maka, background atau wallpaper desktop akan berganti secara otomatis menyesuaikan dengan waktu, Pagi, Siang dan Malam hari.

Wallpaper Dinamis ini mungkin belum terdapat di semua lingkungan desktop Linux, Kita dapat menemukan Dynamic Desktop ini pada lingkungan desktop Gnome. Pengguna Debian 9 dengan lingkungan desktop Gnome dapat mencoba menggunakan Wallpaper Dinamis tersebut untuk menambah kesan eksklusif pada desktop komputer yang anda pakai.

Sementara untuk pengguna distro Linux Ubuntu 18.04 LTS, dapat mencoba Wallpaper Dinamis yang akan berganti background dengan durasi waktu tertentu, lebih mirip dengan wallpaper animasi. Anda dapat mengenali tipe Wallpaper Dinamis ini yang ditandai dengan ikon waktu (jam) kecil di sudut kiri bawah.



Mengenal Wallpaper Dinamis Di Linux

Cara Menggunakan Wallpaper Dinamis di Linux (Berganti Background Berdasarkan Waktu)


Untuk menggunakan Wallpaper Dinamis di Lingkungan desktop Gnome dapat anda lakukan dengan cukup mudah, anda tinggal buka pengaturan Background melalui Menu Settings. Setelah itu pilih Backgrorund yang ada pada tab menu Wallpaper, silahkan pilih wallpaper yang ditandai dengan ikon waktu di sudut kiri bawah.

Keberadaan Wallpaper Dinamis di Linux memang sudah cukup lama namun, belum banyak lingkungan desktop yang menyertakannya secara default. Mungkin kedepannya akan banyak lingkungan desktop dan sistem operasi komputer yang membawanya sebagai salah satu wallpaper default system.

Mac OS Monjave

Anda pasti kenal dengan sistem operasi komputer yang satu ini, yaitu Mac OS. Wallpaper Dinamis tidak hanya ada di Linux saja, baru-baru ini, versi terbaru dari Mac OS membawa sejumlah fitur baru yang beberapa di antaranya sudah ada di sistem Linux, salah satunya adalah Dynamic Desktop.

Tidak hanya itu saja, Mac OS Monjave juga menyertakan Dark theme (Tema Gelap) dan Desktop Stacks sebagai fitur baru yang mereka kenalkan. Pengguna distro Linux, terutama lingkungan desktop Gnome pasti sudah sangat akrab dengan Dark theme dan Desktop Stacks.

Cara Menambah Wallpaper Dinamis Di Gnome

Pengguna distro Linux Ubuntu 18.04 dan Debian 9 dengan lingkungan desktop Gnome, hanya menyertakan satu Wallpaper Dinamis saja, untuk menambahkan Wallpaper Dinamis pada menu pengaturan Background, anda perlu menambahkan beberapa element, yaitu script .xml dan gambar backgrounds yang bisa anda atur konfigurasinya pada direktori /usr/share/backgrounds dan /usr/share/gnome-background-properties.

Selain itu, anda juga dapat menambahkannya pada direktori lain tanpa perlu menambahkan script .xml namun, Wallpaper yang anda tambahkan tidak terdapat di Menu Pengaturan Background Default System Gnome. Anda dapat menggunakan Tweak Tool untuk menerapkan wallpaper yang sudah anda tambahkan.

Wallpaper Dinamis merupakan Background Animasi, dimana pergantian gambar background dapat diatur secara otomatis berdasarkan waktu sepanjang hari, mulai dari pagi, siang dan malam (Change Troughout The Day). Anda akan mendapatkan pengalaman menarik menggunakan Wallpaper Dinamis tersebut pada sistem komputer yang anda pakai.

Demikian sekilas mengenai Wallpaper Dinamis Di Linux, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semuanya.

Tuesday, 17 July 2018

Cara Memperbaiki Menu Edit Shutter Yang Tidak Berfungsi Setelah Upgrade Ubuntu 18.04 atau Linux Mint 19

Cara Memperbaiki Menu Edit Shutter Yang Tidak Berfungsi Setelah Upgrade Ubuntu 18.04 atau Linux Mint 19 - Bagi pengguna Shutter akan mengalami sedikit masalah ketika anda melakukan upgrade Linux Ubuntu 18.04 (Bionic Beaver) atau Linux Mint 19 Tara (base system Ubuntu 18.04 LTS). Ada perbedaan paket aplikasi, dimana beberapa paket aplikasi pendukung Shutter tidak lagi terdapat di Ubuntu 18.04 LTS. Masalah yang muncuk adalah tidak berfungsinya beberapa fitur Shutter, diantaranya yaitu Menu Edit Shutter, Screenshot website dan Indikator applet.

Bila anda sering menggunakan Shutter dalam aktivitas sehari-hari untuk menangkap gambar pada layar komputer (Screenshot), sebaiknya perbaiki masalah ini untuk memudahkan anda dalam menggunakan Shutter, termasuk untuk melakukan edit file gambar hasil screenshot menggunakan Menu Edit Shutter.

Shutter merupakan salah satu aplikasi Screenshot yang populer di kalangan pengguna sistem Linux. Selain memiliki fitur yang lengkap, Shutter juga mudah digunakan. Shutter merupakan salah satu aplikasi Screenshot terbaik Linux, tidak hanya menangkap gambar layar komputer saja, Shutter juga dapat mengambil gambar satu halaman penuh sebuah website.

Shutter dibekali dengan Menu Editing dan Plugin, anda akan semakin mudah dalam melakukan editing gambar hasil tangkapan menggunakan Shutter tanpa perlu aplikasi pengolah gambar lainnya. Untuk keperluan editing sederhana, Shutter sangat membantu anda dalam mengambil dan mengedit gambar hasil tangkapan di layar komputer.



Cara Memperbaiki Menu Edit Shutter Yang Tidak Berfungsi Setelah Upgrade Ubuntu 18.04 atau Linux Mint 19

Cara Memperbaiki Menu Edit Shutter Yang Tidak Berfungsi Setelah Upgrade Ubuntu 18.04 atau Linux Mint 19


Masalah ini muncul ketika saya melakukan upgrade distro Linux Mint 19 dan Ubuntu 18.04 LTS. Menu Edit Shutter menjadi tidak berfungsi dan gambar yang saya ambil tidak dapat di edit menggunakan Shutter.  Tidak hanya itu saja,  applet ikon Shutter yang biasanya muncul di Panel Komputer juga tidak ada lagi.

Penyebab dari semua masalah ini yaitu, hilangnya sejumlah paket pendukung Shutter yang tidak ada lagi di Ubuntu 18.04 LTS. Untuk memperbaiki masalah tersebut, yaitu mengembalikan Menu Edit Shutter yang tidak berfungsi menjadi berfungsi kembali dan menampilkan applet Shutter di Panel Komputer, lakukan dengan cara seperti yang akan saya uraikan di bawah ini.

1.Download Paket Aplikasi

Download paket aplikasi di bawah ini, kemudian install secara manual. Paket aplikasi Menu Editing Shutter ini tidak terdapat di Ubuntu 18.04 LTS dan Linux Mint 19, maka dari itu, kita tidak dapat menginstallnya melalui repository resmi masing-masing distro Linux.

Bila kita ingin mengaktifkan menu editing Shutter, kita harus menginstallnya secara manual menggunakan file .deb yang dapat kita unduh dan kemudian kita install melalui terminal Linux atau menggunakan Gdebi.


2. Install Aplikasi

Tempatkan semua file hasil download pada folder yang sama, pada lokasi tersebut, klik kanan lalu pilih Buka di terminal atau “Open in terminal”.

Setelah itu pada terminal Linux ketik perintah teks di bawah ini :

sudo dpkg -i *.deb

Perintah di atas akan menginstall semua file .deb yang ada di lokasi folder tersebut.

Bila terdapat error dependency, ketik perintah teks di bawah ini :

sudo apt-get install -f

3. Jalankan Shutter

Setelah proses instalasi semua paket aplikasi tersebut selesai, pastikan anda sudah menutup aplikasi Shutter, ketik perintah killall shutter di terminal Linux.


Cara Memperbaiki Menu Edit Shutter Yang Tidak Berfungsi Setelah Upgrade Ubuntu 18.04 atau Linux Mint 19

Setelah itu jalankan kembali Shutter, sekarang Menu Edit Shutter sudah berfungsi kembali. Silahkan anda coba ambil gambar di layar komputer dan setelah itu, anda akan melihat Menu Edit Shutter akan menyala pertanda dalam kondisi aktif dan siap untuk digunakan.

Memperbaiki Indikator Applet Shutter Yang Hilang


Biasanya ketika kita menjalankan Shutter, akan muncul indikator applet Shutter di Panel Komputer. Ketika kita melakukan Close pada Shutter, aplikasi Shutter tidak sepenuhnya tertutup, kita masih dalam menjalankannya dengan klik pada indikator applet Shutter yang terdapat di Panel Komputer. Hal ini akan memudahkan kita dalam menggunakan Shutter.


Cara Memperbaiki Menu Edit Shutter Yang Tidak Berfungsi Setelah Upgrade Ubuntu 18.04 atau Linux Mint 19

Setelah proses upgrade ke Ubuntu 18.04 LTS atau Linux Mint 19, tidak terlihat indikator applet Shutter di Panel Komputer saat menjalankan Shutter. Untuk mengaktifkannya lagi, install app-indicator, jalankan terminal Linux lalu ketik perintah teks :

sudo apt install libappindicator-dev

Lalu install perl-module :

sudo cpan -i Gtk2::AppIndicator

Pada pesan yang muncul, ketik yes

Would you like to configure as much as possible automatically? [yes] yes

Setelah selesai, tutup aplikasi Shutter dengan mengetikan perintah teks killall shutter lalu jalankan kembali Shutter. Sekarang, indikator-applet Shutter sudah terlihat kembali di Panel Komputer.

Memperbaiki Gnome-Web-Photo Yang Hilang Di Shutter


Satu lagi fitur Shutter yang hilang setelah melakukan upgrade ke Ubuntu 18.04 LTS atau Linux Mint 19 yaitu Gnome-web-photo. Paket aplikasi ini merupakan plugin Shutter yang berfungsi untuk menangkap gambar pada halaman website secara penuh (full).

Untuk mengaktifkannya kembali, install paket aplikasi gnome-web-photo secara manual, karena sudah tidak terdapat lagi di repository resmi Ubuntu 18.04 LTS atau Linux Mint 19.


Simpan dalam folder, klik kanan pada lokasi menyimpan file hasil download lalu pilih Buka di terminal atau “Open in terminal”. Pada terminal Linux ketik perintah teks di bawah ini :

sudo dpkg -i *.deb

Bila terdapat error dependency, ketik :

sudo apt-get install -f

Setelah selesai menginstall gnome-web-photo, jalankan ulang Shutter. Sekarang anda sudah dapat menggunakan kembali fitur Screenshot website full page menggunakan Shutter.

Banyak perubahan yang terdapat di Ubuntu 18.04 LTS, Anda akan banyak menemukan fitur baru pada Ubuntu 18.04 LTS (Bionic Beaver) , demikian juga pada Linux Mint 19 Tara.

Demikian mengenai Cara Memperbaiki Menu Edit Shutter Yang Tidak Berfungsi Setelah Upgrade Ubuntu 18.04 atau Linux Mint 19, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semuanya.

Thursday, 21 June 2018

Cara Mengatasi Ikon Menu Inkscape Yang Hilang (Tidak Terlihat)

Cara Mengatasi Ikon Menu Inkscape Yang Hilang (Tidak Terlihat) - Pengguna Inkscape mungkin pernah mendapati ikon pada beberapa menu Inkscape hilang atau tidak terlihat. Terutama pengguna Inkscape versi 0.92 di Linux Debian, seperti yang saya alami beberapa waktu yang lalu. Bila anda mengalami hal yang sama, anda dapat menggunakan cara ini untuk mengatasi hilangnya ikon menu Inkscape.

Sedikit mengenai Inkscape : Aplikasi desain gambar vektor gratis berbasis open source ini memang populer dikalangan pengguna distro Linux. Inkscape tidak hanya dapat digunakan di Linux saja, terutama bagi mereka yang gemar menggunakan aplikasi open source. Inkscape dapat juga berjalan dengan baik di sistem Windows dan MacOS.

Anda dapat install aplikasi Inkscape versi terbaru dengan download file installernya di website Inkscape.org, untuk berbagai sistem operasi komputer. Khusus untuk Linux, Inkscape versi terbaru tersedia juga tersedia dalam model paket snap Ubuntu dan PPA.

Pengguna distro Linux Mint, Ubuntu dan Debian juga dapat menginstall aplikasi Inkscape yang terdapat di repository masing-masing distro Linux. Namun, versi yang digunakan mungkin sedikit lebih lawas.


Cara Mengatasi Ikon Menu Inkscape Yang Hilang (Tidak Terlihat)

Cara Mengatasi Ikon Menu Inkscape Yang Hilang (Tidak Terlihat)


Kembali kemasalah hilangnya ikon di menu Inkscape, dengan tidak adanya ikon di beberapa menu Inkscape, tentu akan mengganggu anda saat membuat gambar vektor grafis menggunakan Inkscape. Terutama bagi anda pengguna baru Inkscape yang tidak/belum hafal setiap menu perintah di Inkscape. Dengan adanya gambar ikon pada Menu Inkscape akan sangat membantu kita saat membuat gambar vektor.

Anda tidak perlu khawatir, tidak perlu install ulang Inkscape atau menggunakan Inkscape versi lainnya. Cukup lakukan seperti yang akan saya uraikan di bawah ini, setelah itu, ikon Inkscape akan kembali terlihat alias normal kembali dan anda dapat menggunakan Inkscape secara lebih maksimal.

1. Install Dconf Editor

Install terlebih dahulu aplikasi dconf editor, bila pada distro Linux yang anda pakai belum terinstall secara default. Silahkan jalankan terminal Debian lalu masuk sebagai super user (root ‘#’), ketik su lalu masukan password root. Setelah itu, ketik perintah teks :

apt install dconf-editor
.

Bagi pengguna distro Linux Mint, Ubuntu dan turunannya, dapat menggunakan cara yang sama atau mengetikan perintah teks :

sudo apt install dconf-editor

*(tanpa masuk sebagai root ‘$’)

2. Ganti Pengaturan Overrides Pada Dconf Editor

Setelah berhasil menginstall dconf editor pada sistem Linux yang anda pakai, selanjutnya jalankan aplikasi ini untuk merubah pengaturan pada “overrides”.

Untuk menjalankan aplikasi dconf editor, dapat menggunakan tombol shortcut melalui Menu Komputer atau bisa juga dengan mengetikan perintah teks berikut ini pada terminal : dconf-editor

Akan muncul pesan saat aplikasi ini dijalankan yaitu, untuk berhati-hati menggunakannya karena bila anda salah dalam merubah setelan di dconf editor, dapat menyebabkan kerusakan pada sistem komputer, klik pada tombol I’ll be carefuul.

Cara Mengatasi Ikon Menu Inkscape Yang Hilang (Tidak Terlihat)

Silahkan masuk ke Menu Ini, org/gnome/settings-daemon/plugins/xsettings/overrides lalu ganti nilai pada Custom Value dengan ini : {'Gtk/ButtonImages': <1>, 'Gtk/MenuImages': <1>}

Pastikan pengaturan Use Default Value dalam kondisi OFF

Setelah itu, tutup jendela dconf editor dan jalankan aplikasi pengolah gambar vektor Inkscape, sekarang Ikon Menu Inkscape yang hilang sudah muncul kembali.

Cara Mengatasi Ikon Menu Inkscape Yang Hilang (Tidak Terlihat)

Demikian mengenai Cara Mengatasi Ikon Menu Inkscape Yang Hilang (Tidak Terlihat), semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semuanya.

Tuesday, 24 April 2018

Scribus, Aplikasi Publishing Open Source Alternatif Adobe InDesign

Scribus, Aplikasi Publishing Open Source Alternatif Adobe InDesign – Pengguna distro Linux Mint, Ubuntu, Debian dapat menggunakan Scribus sebagai alternatif atau pengganti Adobe InDesign. Scribus memiliki fungsi yang sama dengan Adobe InDesign yaitu untuk membuat desain tata letak (layout) sampul majalah, kartu bisnis, poster, surat kabar, presentasi dll. Scribus dapat dipakai diberbagai sistem operasi komputer, termasuk pada Linux, Windows dan MacOS.

Karena Scribus bersifat gratis, pengguna sistem Windows dan MacOS yang tidak ingin membayar biaya lisensi untuk aplikasi Adobe InDesign dapat memilih Scribus untuk melakukan berbagai aktivitas publishing. Pengguna Linux tentu akan lebih memillih Scribus, karena software lainnya (Adobe InDesign) tidak dapat di install dengan baik di sistem Linux.


Meskipun pengguna distribusi Linux dapat memanfaatkan Wine sebagai jembatan antara Linux dan Windows namun, meskipun dapat di install, aplikasi berbasis Windows seringkali tidak dapat digunakan secara maksimal lewat Wine. Tentu masih ada kekurangan dan masalah yang muncul ketika kita menggunakan aplikasi Windows di Linux melalui Wine.

Scribus, Aplikasi Publishing Open Source Alternatif Adobe InDesign

Scribus Aplikasi Publishing Open Source Alternatif Adobe InDesign


Scribus sendiri hadir sebagai alternatif dari software berbayar dengan fitur yang cukup lengkap. Selain itu, Scribus juga bersifat open source atau sumber terbuka. Maka dari itu, jangan heran bila anda dapat menggunakan Scribus di berbagai platform, termasuk Windows dan MacOS. Karena, siapa saja dapat mendownload file sumber dari Scribus untuk dikembangkan atau digunakan pada berbagai platform sistem operasi komputer.

Pengguna distro Linux dapat menginstall dan menggunakan Scribus dengan baik, lancar dan maksimal. Anda dapat install Scribus melalui repository resmi distribusi Linux yang anda pakai atau bisa juga download file installer Scribus di situs web Scribus.

Berikut ini cara install Scribus di Linux Mint, Ubuntu, Debian melalui terminal Linux dengan menggunakan paket aplikasi Scribus yang terdapat di repository sistem Linux. Buka terminal lalu ketik perintah teks di bawah ini :

sudo apt install scribus scribus-doc

Install aplikasi Scribus di Linux tentu mudah, karena paket aplikasi Scribus sudah terdapat di repository distribusi Linux Mint, Ubuntu, Debian. Scribus yang ada di repositoy distribusi Linux tersebut merupakan Scribus versi standard. Bila anda ingin menggunakan Scribus versi developer, tentu akan lain lagi caranya.

Selain melalui terminal Linux, anda juga dapat memanfaatkan aplikasi berbasis perintah grafis di distro Linux yang anda pakai untuk install dan uninstall aplikasi yaitu melalui Software Manager. Andaa tinggal ketik scribus di kolom pencarian aplikasi lalu pilih aplikasi dan setelah itu klik pada tombol install untuk mulai install aplikasi Scribus di Linux Mint, Ubuntu, Debian atau distribusi Linux lainnya.

Fitur Scribus

Scribus memiliki fungsi utama yaitu untuk membuat layout atau tata letak sebuah dokumen atau produk desain, seperti misalnya sampul majalah, poster, kartu bisnis, surat kabar, presentasi dll. Untuk dapat melakukan pekerjaannya dengan baik, Scribus memiliki fitur-fitur yang bisa anda gunakan untuk membuat desain layout, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Support berbagai platform sistem operasi komputer, termasuk Linux, Windows dan MacOS
  • Support berbagai format gambar bitmap, termasuk juga JPEG, TIFF dan Adobe Photoshop.
  • Support gambar vektor grafis (SVG), EPS, Adobe Illustrator dan Xfig.
  • Tersedia dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia
  • Menggunakan manajemen warna CMYK (Cyan, Magenta, Yellow dan Key(black)) dan ICC (International Color Consortium)
  • Mendukung font tipe TrueType, PostScript dan OpenType.
  • Support PDF file.
  • Menggunakan format file default SLA yang berbasis XML sehingga dapat di import pada aplikasi Writer (LibreOffice), MS Word, PDB dan HTML.
  • Mendukung RTL languages (Arabic, Persian, Urdu, Hebrew).
  • Mendukung Bi-directional text.
  • Mendukung Scripts dan Bahasa Indic.
  • Loading dan render dokumen panjang yang cepat.
  • Dapat melakukan kustomisasi pada karakter hyphenation
  • Dll

Bila anda ingin melihat semua fitur dari aplikasi Scribus, anda dapat mencoba Scribus untuk membuat berbagai desain tata letak dokumen yang akan anda publikasikan. Ketika anda menggunakan aplikasi perkantoran untuk membuat tata letak sebuah dokumen, mungkin anda akan menemui banyak kesulitan. Untuk itulah Scribus hadir sebagai alternatif Adobe InDesign dan anda dapat dengan lebih mudah dalam membuat layout (tata letak) sebuah dokumen dengan hasil yang lebih baik dan tertata dengan rapi.

Saat ini April 2018, Scribus sudah mencapai versi 1.4.6, anda dapat memperoleh versi terbaru dari Scribus dengan download file installer Scribus pada website Scribus. Pada repository distro Linux Mint, Ubuntu, Debian Scribus juga sudah menggunakan versi terbaru.

Demikian sekilas mengenai Scribus Aplikasi Publishing Open Source Alternatif Adobe InDesign. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semuanya.

Wednesday, 24 January 2018

Cara Screenshot Di Mozilla Firefox Dengan Easy Screenshot (Add-ons)

Cara Screenshot Di Mozilla Firefox Dengan Easy Screenshot (Add-ons) – Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menangkap gambar di layar komputer atau screenshot. Selain menggunakan aplikasi komputer khusus untuk screenshot, kita juga dapat mengambil gambar dengan menggunakan web browser. Kali ini saya akan memperkenalkan salah satu add-ons screenshot di Mozilla Firefox yang bernama Easy Screenshot.

Sesuai dengan namanya, easy screenshot membuat kita lebih mudah dalam melakukan screenshot di Mozilla Firefox. Meskipun Firefox sudah memiliki build in screenshot namun, karena fitur yang dimiliki masih terbatas, kita dapat menggunakan add-ons screenshot dengan fitur yang lebih baik.


Selain mengambil atau menangkap gambar di di layar komputer, easy screenshot juga dilengkapi dengan fitur editing sederhana. Hasil gambar tangkapan dari easy screenshot dapat kita gunakan untuk berbagai keperluan, termasuk aktivitas bloging. Easy screenshot cukup ringan dan tidak terlalu membebani web browser Mozilla Firefox.

Cara Screenshot Di Mozilla Firefox Dengan Easy Screenshot (Add-ons)
Easy Screenshot Mozilla Firefox

Install Easy Screenshot Di Mozilla Firefox


Sebelum menggunakan add-ons Easy Screenshot, tentu kita harus menginstallnya terlebih dahulu di Firefox. Memasang atau menambahkan add-ons dapat kita lakukan dengan cukup mudah, bisa melalui pengaturan add-ons Mozilla Firefox atau melalui halaman situs web add-ons Firefox, silahkan gunakan cara yang paling mudah dan sesuai dengan keinginan anda masing-masing.
  1. Pertama jalankan Mozilla Firefox melalui menu aplikasi sistem komputer yang anda gunakan.
  2. Lalu buka pengaturan add-ons Mozilla Firefox, klik Menu (sebelah kanan atas) → Add-ons dan pada sidebar menu, pilih Extensions.
  3. Pada kolom pencarian add-ons, ketik easy screenshot dan setelah terlihat add-ons yang kita cari, klik pada tombol install untuk menambahkan add-ons easy screenshot di Mozilla Firefox browser.
Selain menggunakan cara di atas, kita juga dapat dengan mudah install add-ons di Mozilla Firefox melalui situs web add-ons Firefox, silahkan kunjungi alamat situs web ini :

https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/

Lalu ketik pada kolom pencarian untuk mencari add-ons tertentu sesuai dengan yang kita inginkan. Klik pada add-ons yang akan kita tambahkan lalu klik pada tombol +Add to Firefox untuk menambahkan add-ons tersebut di Mozilla Firefox web browser.

Setelah proses pemasangan add-ons easy screenshot selesai, kita akan melihat ikon easy screenshot di toolbar Firefox (sebelah kanan atas). Silahkan gunakan ikon tersebut untuk menjalankan easy screenshot.

Cara Menggunakan Easy Screenshot


Easy Screenshot cukup mudah digunakan, hampir sama seperti aplikasi screenshot pada umumnya. Silahkan ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk melakukan screenshot di Mozilla Firefox dengan easy screenshot :
  1. Pertama klik pada ikon easy screenshot di toolbar Mozilla Firefox, terdapat tiga pilihan atau mode screenshot yaitu :

    (a) Capture web page region (area screenshot dapat kita tentukan sendiri)
    (b) Capture whole web page (seluruh halaman situs web) dan
    (c) Capture visible web content (hanya yang terlihat saja)

    Silahkan pilih salah satu cara tersebut untuk melakukan screenshot di Mozilla Firefox .
  2. Setelah itu, kita akan melihat gambar hasil tangkapan pada sebuah halaman baru easy screenshot (seperti pada gambar di atas). Disana kita juga akan disuguhi menu editing sederhana dari easy screenshot.
  3. Bila anda ingin mengedit gambar hasil tangkapan, silahkan gunakan menu editing tersebut. Setelah selesai, klik pada tombol Save untuk menyimpan gambar di hardisk komputer atau Copy untuk menyalin gambar pada papan klip yang selanjutnya kita dapat menempel (paste) gambar hasil tangkapan di media lainnya (aplikasi komputer, seperti misalnya : Writer, Inkscape, dll)
Sekarang kita sudah berhasil melakukan screenshot di Mozilla Firefox dengan easy screenshot. Tentu hal ini dapat dengan mudah anda lakukan, terutama jika anda sering menggunakan internet dan web browser. Selanjutnya mari kita lihat apa saja menu editing yang ada di easy screenshot.

Menu Editing Easy Screenshot Mozilla Firefox


Setelah berhasil menangkap gambar di layar komputer menggunakan easy screenshot, kita akan melihat menu editing sederhana yang bisa kita gunakan untuk memoles gambar hasil tangkapan sesuai keinginan. Berikut ini menu editing yang ada di easy screenshot :
  1. Crop the snapshot (X): Digunakan untuk melakukan croping (memotong) gambar dalam bentuk persegi atau segi empat.
  2. Add Rectangle (R) : Kita dapat menambahkan gambar segi empat pada area gambar hasil snapshot menggunakan menu ini. Biasanya gambar segi empat digunakan untuk menandai atau memberi batas pada area tertentu di dalam gambar.
  3. Add Ellipse (E) : Fungsi ini sama seperti rectangle, hanya saja gambar yang ditambahkan berbentuk lingkaran atau elipse.
  4. Add Line (D) : Digunakan untuk menambahkan garis lurus pada area gambar hasil tangkapan.
  5. Free Line (F) : Digunakan untuk membuat gambar garis free atau bebas, silahkan gunakan mouse, touchpad atau perlengkapan lainnya untuk membuat garis bebas di easy screenshot.
  6. Add Text (T) : Kita juga dapat menambahkan huruf atau tulisan pada gambar hasil snapshot menggunakan menu add text.
  7. Drag to Blur (B) : Digunakan untuk memberikan efek blur pada area gambar yang kita pilih
  8. Undo (Z): Seperti fungsi undo pada umumnya yaitu mengembalikan ke kondisi sebelumnya
  9. Save to Local Disk (S) : Digunakan untuk menyimpan gambar di hardisk komputer.
  10. Copy (C) : Digunakan untuk menyalin (copy) gambar pada clipboard yang selanjutnya dapat kita tempel (paste) di aplikasi lain seperti misalnya writer, inkscape dan lain sebagainya.
Easy Screenshot merupakan tools simpel yang bisa kita pakai di Mozilla Firefox untuk mengambil gambar pada halaman sebuah web site. Bila anda sering melakukan aktivitas screenshot halaman web site menggunakan web browser Mozilla Firefox, anda akan menyukai add-ons ini.

Demikian cara screenshot di Mozilla Firefox dengan Easy Screenshot. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semuanya.

Wednesday, 10 January 2018

Cara Screenshot Di Google Chrome Menggunakan LightShot Extensions

Cara Screenshot Di Google Chrome – Screenshot merupakan salah satu aktivitas yang cukup sering dilakukan oleh para pengguna komputer, terutama mereka yang membutuhkan objek gambar dari sebuah halaman web site untuk dijadikan lampiran pada sebuah artikel atau untuk di edit dan digunakan pada keperluan lain. Selain menggunakan aplikasi screenshot, kita juga dapat menggunakan Google Chrome web browser untuk menangkap objek gambar di sebuah halaman web site.

Kali ini saya akan menguraikan mengenai cara screenshot di Google Chrome menggunakan LightShot. Meskipun kita dapat melakukan screenshot di Google Chrome tanpa add-ons/extensions namun, menggunakan add-ons screenshot akan membuat kita lebih mudah dan cepat dalam mengambil gambar di halaman sebuah web site.


Add-ons atau extensions yang akan saya pakai kali ini yaitu LightShot. Tidak hanya untuk melakukan screenshot saja, kita juga dapat melakukan editing gambar hasil screenshot langsung menggunakan fitur yang ada di LightShot.

Cara menggunakan LightShot di Google Chrome cukup mudah, kita tinggal install add-ons/extensions LightShot dan setelah itu LightShot siap untuk digunakan. Proses atau tata cara pengambilan gambar pada halaman sebuah web site sama seperti aplikasi screenshot atau add-ons screenshot lainnya.

LightShot menggunakan metode “select area” untuk menangkap gambar di halaman situs web. Sebagian besar pengguna screenshot memang sering menggunakan metode “select area” dalam melakukan screenshot karena lebih fleksibel dan area screenshot dapat di tentukan sendiri. Berikut ini cara screenshot di Google Chrome menggunakan LightShot.

A. Install LightShot Di Google Chrome :


Untuk dapat menggunakan LighShot tentu kita harus menginstall add-ons LightShot ke dalam web browser Google Chrome. Cara install LightShot di Chrome sama seperti install add-ons lainnya yaitu melalui Chrome web store.

Cara Screenshot Di Google Chrome Menggunakan LightShot Extensions

  1. Pertama jalankan web browser Google Chrome lalu masuk (sign in) menggunakan akun google (gmail) yang kita miliki.
  2. Buka halaman web store chrome, silahkan klik pada menu Show Apps (kiri atas toolbar) ⇾ web store
  3. Setelah itu, ketik pada kolom pencarian lightshot. Setelah muncul beberapa pilihan lightshot extensions, pilih extensions dengan nama LightShot (screenshot tools). Silahkan klik tombol + ADD TO CHROME lalu klik tombol Add Extensions untuk menambahkan ekstensi ini ke dalam web browser Google Chrome.
  4. Setelah proses instalasi LightShot di Google Chrome selesai, akan muncul ikon LightShot pada toolbars Google Chrome. Klik pada ikon tersebut untuk melakukan screenshot di Google Chrome menggunakan LightShot.

B. Screenshot Di Google Chrome Menggunakan LightShot :


Setelah selesai melakukan install LightShot di Google Chrome, kita dapat langsung menggunakan extensions ini tanpa perlu restart web browser.

Cara Screenshot Di Google Chrome Menggunakan LightShot Extensions

  1. Pertama klik pada ikon LightShot yang terdapat di toolbars Google Chrome. Setelah itu akan muncul perintah untuk menentukan area screenshot.
  2. Gunakan mouse untuk menentukan area screenshot dalam bentuk persegi atau persegi panjang. Tentukan titik pertama area screenshot, klik kiri pada mouse, tahan lalu seret untuk menyeleksi area screenshot dalam bentuk kotak, persegi atau persegi panjang.
  3. Setelah itu kita akan melihat area screenshot yang sudah kita buat, sampai disini kita sudah berhasil mengambil objek gambar di situs web menggunakan LightShot. Sebelum menyimpan gambar hasil tangkapan, kita masih dapat memindahkan objek gambar (move), merubah ukuran area gambar (resize) dan edit gambar menggunakan tools editing sederhana yang tersedia di LightShot.
  4. Setelah selesai, klik pada tombol Save untuk menyimpan gambar hasil tangkapan pada media penyimpanan komputer, hardisk, flashdisk, atau media penyimpanan lainnya.

C. Edit Gambar Di LightShot


LightShot merupakan salah satu add-ons atau extensions yang banyak digunakan oleh pengguna Google Chrome untuk mengambil objek gambar di sebuah halaman situs web. Fitur yang ditawarkan oleh LightShot cukup lengkap meskipun tidak sebanyak Awesome Screenshot (Screen video recorder).Berikut ini tools editing (alat edit) yang ada pada LightShot :


  1. Pen (pensil) : digunakan untuk membuat goresan pada objek gambar
  2. Line (garis) : digunakan untuk membuat garis lurus pada objek gambar
  3. Arrow (anak panah) : digunakan untuk membuat anak panah pada bagian tertentu di gambar hasil tangkapan
  4. Rectangle (kotak) : digunakan untuk membuat kotak, persegi atau persegi panjang di objek gambar hasil screenshot
  5. Marker (penanda) : digunakan untuk membuat penanda (marker) dalam bentuk lingkaran di objek gambar
  6. Text (huruf) : digunakan untuk menulis huruf atau kalimat di gambar hasil tangkapan
  7. Color (warna) : kita dapat mengganti warna sesuka hati melalui menu editing color (warna) yang nantinya digunakan sebagai warna teks, marker, pen, arrow dan yang lainnya
  8. Undo : digunakan untuk membatalkan proses editing atau mengembalikan gambar pada kondisi sebelum dilakukan editing
  9. Upload to prntscr.com : kita tidak harus menyimpan gambar hasil di media penyimpanan komputer namun, kita juga dapat mengupload gambar hasil pada media penyimpanan awan prntscr.com
  10. Share on social network : silahkan gunakan menu ini untuk berbagi gambar hasil screenshot pada media sosial twitter, facebook, pinterest dan vk
  11. Search similar images on google : digunakan untuk mencari gambar yang mirip dengan gambar hasil menggunakan search engine Google
  12. Print (cetak) : digunakan untuk mencetak gambar hasil tangkapan menggunakan alat printer yang terhubung ke sistem komputer
  13. Save (simpan) : digunakan untuk menyimpan gambar hasil screenshot di media penyimpanan offline (hardisk, flashdisk dll)
  14. Close (tutup) : digunakan untuk menutup jendela editing FlashLight.
LightShot merupakan salah satu extensions screenshot di Google Chrome yang ringan dan mudah digunakan. LightShot cocok bagi anda yang hanya ingin sekedar menangkap gambar pada halaman sebuah web site. Fitur editing yang ada di LightShot juga dapat anda gunakan untuk menambah aksesoris pada gambar hasil tangkapan.

Demikian cara screenshot di Google Chrome Menggunakan LightShot semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semuanya.